Selasa, 10 Februari 2015 - 07:44:22 WIB

Gagal Rekor, Indeks Syariah Malah Balik Melemah

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bursa

Pelaku pasar melakukan aksi jual jelang penutupan perdagangan. Beruntung IHSG masih bisa bertahan di zona hijau.

Dream - Bursa saham Indonesia yang menguat signifikan di paruh pertama perdagangan secara drastis berbalik arah. Aksi jual pelaku pasar jelang penutupan justru mendorong indeks saham acuan ditutup melemah.

Kondisi bursa regional yang bergerak variatif memaksa pelaku pasar menahan aksi belinya. Meski masih mencatat aksi beli, pemodal asing juga mulai mengurangi belanja di lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 9 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 0,067 poin (0,04%) ke level 172,260. ISSI gagal mewujudkan langkahnya ke rekor baru meski sempat mencetak level tertinggi di 173,151.

Laju ISSI sepanjang perdagangan saham memang bergerak cukup liar. Setelah dibuka melemah, ISSI terus tancap gas menuju zona hijau di sesi perdagangan pertama.

Memasuki sesi kedua, pemodal justru berbalik melepas portofolionya. Indeks Hang Seng Hong Kong yang melemah serta koreksi harga minyak mentah dunia memaksa pelaku pasar melakukan aksi jual.

Aksi jual ini akhirnya melemparkan ISSI ke zona merah di sesi perdagangan kedua dengan level terendah 171,708.

Sebanyak 30,08 miliar saham telah diperdagangkan pelaku pasar di awal pekan ini. Nilai transaksi mencapai Ro 3,43 triliun.

Transaksi jual beli saham ini menyebabkan 93 emiten syariah bergerak di zona merah. Jumlah ini lebih banyak dari emiten-emiten syariah yang melaju positif sebanyak 84 saham.

Arus pembalikan juga menerpa saham-saham bluechips syariah. Separuh penghuni Jakarta Islamic Index (JII) mengakhiri perdagangan dengan koreksi harga di awal pekan ini.

Selebihnya 13 emiten unggulan syariah melaju positif dan 2 lainnya stagnan.

Jatuhnya harga saham dari setengah penghuni ini membuat JII menutup perdagangan dengan melemah 0,630 poin (0,09%) ke level 710,887. JII sempat menyentuh level tertinggi di 716,686 dan terendah 708,410.

Pelaku pasar memperdagangkan tak kurang dari 8,98 miliar saham bernilai Rp 2,38 triliun.

Emiten semen, INTP menjadi penghuni JII yang mencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) sebesar Rp 525 per saham. Top gainer lainnya adalah ICBP yang naik Rp 125, SMGR Rp 125, MPPA Rp 90, dan AKRA Rp 70 per saham.

Jika indeks saham syariah bergerak melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru sedikit beruntung. Aksi jual jelang penutupan tak membuat IHSG tergelincir ke zona merah.

IHSG ditutup menguat tipis 5,955 poin (0,11%) ke level 5.348,780. Gerak IHSG ini dibantu naiknya harga saham dari 144 emiten sementara 143 lainnya mengalami koreksi.

Lantai bursa awal pekan ini dipenuhi dana investor hingga Rp 5,53 triliun dengan 47,16 miliar saham beralihtangan. Investor asing membukukan nett buy sekitar Rp 365 miliar.

Emiten sektor keuangan mencetak kenaikan tertinggi sebesar 1,02 persen diikuti industri dasar 0,44 persen dan perdagangan 0,27 persen.

Sebaliknya, emiten perkebunan menjadi pemberat laju IHSG usai melemah 2,30 persen. Diikuti barang konsumsi 0,86 persen, manufaktur 0,34 persen, dan pertambangan 0,30 persen.




Isi Komentar :
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
  • "Sukuk ritel bisa jadi alternatif investasi, karena dikeluarkan oleh pemerintah jadi dijamin 100%.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Link

• 06 Maret 2015
Expo iB Vaganza 2015
• 08 Maret 2015
iB Vaganza Fun Bike 2015
BPR Syariah Investama Mega Bakti juga melayani pembayaran melalui PermataMini ATM kerjasama dengan Permata Bank Syariah