Selasa, 04 November 2014 - 08:57:17 WIB

Turun Tipis, Indeks Syariah Terseret Aksi Jual Investor

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Bursa

Arus dana asing ke pasar modal Indonesia masih mencetak laju positif dengan nett buy Rp 46,26 miliar.

Dream - Jatuhnya harga saham emiten batubara menumbangkan indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang pagi tadi dibuka menguat. Padahal asing masih mencoba membenamkan sedikit dananya di pasar moda Tanah Air.

Meski sudah mulai berkurang, arus dana asing ke pasar modal Indonesia masih mencetak laju positif dengan nett buy Rp 46,26 miliar. investor lokal yang kocar-kacir menyelamatkan portofolionya tampaknya tak memperdulikan hal ini.

Pada penutupan perdagangan BEI, Senin, 3 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup flat dengan koreksi tipis 4,03 poin (0,08%) ke level 5.085,650.

IHSG yang dibuka di level 5.102,53, sempat menyentuh level terendah 5.060,31. Aksi belanja jelang penutupan perdagangan saham tak kuasa mambawa IHSG menembus zona hijau.

Pelaku pasar menggelontorkan dana hingga Rp 4,82 triliun untuk memuluskan aksi jual beli 49,43 juta saham.

Aksi jual beli ini membuat 116 emiten di BEI mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sebaliknya, 179 emiten tak kuasa menahan aksi jual pemodal.

Emiten sektor industri dasar kini memimpin laju pelemahan setelah turun 1,82 persen, Koreksi tajam juga dialami indeks saham sektor pertambangan yang melemah 1,15 persen.

Di kala emiten komoditas pertambangan diserang aksi jual, saham-saham sektor pertanian justru bergerak ceria dengan menguat 1,37 persen. Penguatan signifikan juga dialami emiten industri aneka yang naik 0,96 persen, infrastruktur 0,33 persen, dan keuangan 0,11 persen.

Tak mampunya IHSG bertahan di zona hijau juga membawa hawa negatif bagi pergerakan dua indeks saham syariah yang ditutup melemah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di awal perdagangan November 2014 ditutup melemah 0,19 poi (0,12%) ke level 163,22. Pelemahan ini dipicu koreksi harga saham dari 118 emiten syariah. Penguatan yang dialami 66 emiten ISSI tak cukup membawa indeks melaju ke zona hijau.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini melibatkan 39,04 juta saham dengan nilai Rp 3,4 triliun.

Awal pekan ini, ISSI sebetulnya mengawali perdagangan dengan menguat 0,38 poin (0,24%) ke level 163,79. Sayang, tekanan jual pemodal sejak pembukaan membuat ISSI terus tertekan dan jatuh ke zona merah.

ISSI sempat menyentuh level terendah di 162,23 dan tertinggi di 163,84. Emiten perkebunan milik Astra International Tbk, AALI kali ini menjadi pencetak kenaikan tertinggi (top gainer) usai naik Rp 350 (1,49%) menjadi Rp 23.850 per saham.

Sayang emiten-emiten syariah yang bergerak melemah justru mempunyai bobot lebih besar. Emiten AMFG yang menjadi top losser mencetak koreksi harga 4,1 persen diikuti CPIN yang turun 5,24 persen.

Pelemahan tipis juga dialami emiten-emiten bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup melemah 0,25 poin (0,04%) ke level 670,19.

Emiten unggulan syariah terpecah ke dalam dua kelompok besar dengan volume yang sama. Tercatat 14 emiten bergerak ke zona hijau dan 14 lainnya menyeret JII masuk zona merah.

Di daftar top gainer emiten bluechips syariah, dua emiten Astra berkuasa. Selain AALI yang naik 1,49 persen, induk usahanya ASSI juga mencetak kenaikan 100 poi (1,48%) menjadi Rp 6875 per saham. Top gainer lainnya adalah JSMR yang menguat Rp 75, LSIP Rp 50, dan UNVR Rp 50 per saham.

Pelemahan sebagian besar indeks saham acuan di BEI terjadi di saat bursa regional bergerak variatif. Shanghai Composite dan Strait Times tercatat menguat 0,45 persen da 0,28 persen.

Namun indeks Hang Seng dan Kospi Korea Selatan justru melemah 0,41 persen dan 0,58 persen.

Pasar keuangan juga tak menghembuskan hawa positif bagi pelaku pasar. Rupiah sore ini melemah 40 poin (0,33%) menjadi Rp 12.090 per dolar AS. (Ism)




Isi Komentar :
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
  • "Sukuk ritel bisa jadi alternatif investasi, karena dikeluarkan oleh pemerintah jadi dijamin 100%.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Link

• 06 Maret 2015
Expo iB Vaganza 2015
• 08 Maret 2015
iB Vaganza Fun Bike 2015
BPR Syariah Investama Mega Bakti juga melayani pembayaran melalui PermataMini ATM kerjasama dengan Permata Bank Syariah